Berita Berlian - Densus 88 Antiteror menangkap seorang terduga teroris di di Desa Banyuarang, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang, Jawa Timur. Petugas ikut menyita sebilah samurai, handphone dan sejumlah buku yang diduga berisi materi jihad Terduga teroris berinisial Nk (35) tersebut ditangkap, Kamis (17/5/2018), di rumah orangtuanya di Desa Banyuarang. Puluhan petugas bersenjata lengkap tampak mengepung rumah tersebut. Polisi berpakaian preman menggeledah rumah dan mobil Nk. Wakapolres Jombang, Kompol Edith Yuswo Widodo yang turut serta dalam penggerebekan rumah Nk menolak memberi keterangan kepada wartawan.
Sementara Sudarsono, perangkat Desa Banyuarang menyebutkan bahwa warga tidak tahu kalau Nk ada kaitannya atau tidak dengan kelompok teroris. Selama ini warga setempat hanya mengenal Nk sebagai penjual pisang keliling.
Berita Berlian - Menghilangnya Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dari publik selama hampir sebulan memunculkan spekulasi bahwa salah orang paling berkuasa di Kerajaan Petrodolar itu mungkin telah dibunuh. MbS, julukan untuk Mohammed bin Salman diduga tewas dalam upaya kudeta yang terjadi di Istana Kerajaan bulan lalu.
Dengan mengutip laporan intelijen yang dikirim ke salah satu negara Arab, Media Iran, Kayhan mewartakan bahwa Mohammed bin Salman diduga diterjang dua peluru pada insiden yang terjadi pada 21 April di Istana Kerajaan di Riyadh dan tewas. Dia belum pernah muncul di depan publik sejak peristiwa itu.
Sejak insiden tersebut, pihak berwenang Arab Saudi belum merilis satu pun foto baru dari Mohammed bin Salman. Sang putra mahkota pun tidak tampak saat Menteri Luar Negeri Amerika Serikat berkunjung untuk pertama kalinya ke Riyadh pada April.
"Bin Salman adalah orang yang hampir sering muncul di hadapan media, tetapi absennya dia selama 27 hari sejak insiden tembakan di Riyadh telah menimbulkan pertanyaan tentang kesehatannya," demikian pernyataan dari Kantor Berita Fars sebagaimana dilansir Sputnik, Jumat (18/5/2018). Sejauh ini belum ada komentar dari pihak berwenang Arab Saudi.
Sejumlah media melaporkan bahwa Raja Salman bin Abdulaziz dievakuasi dari istana ke fasilitas terdekat saat insiden itu terjadi. Namun, pihak berwenang Arab Saudi mengatakan bahwa sang raja tidak berada di Riyadh pada hari itu.
Berita Berlian - Pihak keamanan Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II Pekanbaru, Riau kembali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan narkoba. Dalam kasus ini petugas menyita barang bukti 2 Kg sabu.
Barang haram tersebut diamankan dari dua calon penumpang Batik Air dengan rute Pekanbaru menuju Jakarta. Mereka yang ditangkap adalah MAR (29 tahun) dan RP alias Anggi (31 tahun) yang merupakan warga Sukabumi.
"Mereka diamankan pada pukul 05.50 WIB. Setelah ditimbang barang bukti sabunya 2074 gram," ucap Genaral Manager Angkasa Pura Bandara SSK Pekanbaru Kamis (17/5/2018).
Penangkapan itu berawal saat keduanya memasuki ruang pemeriksaan. Saat mereka masuk keduanya terlihat mencurigakan. Kemudian salah satu mereka langsung diperiksa.
"Setelah dilakukan pemeriksaan didapati benda aneh melilit di pinggang dan dalam sepatu calon penumpang tersebut. Kemudian diperiksa ternyata isinya sabu," imbuhnya.
Kemudian perhatian petugas mengarah ke teman calon penumpang pertama saat saat itu mencoba kabur ke arah toilet bandara. Ternyata si calon penumpang menuju toilet untuk membuag barang bukti.
"Calon penumpang itu hampir membuang bungkusan yang berisi narkoba ke toilet. Untung ketahuan petugas," imbuhnya.
Dalam beberapa bulan ini setidkanya sudah ada lima kasus percobaan penyelundupan narkoba melalui Bandara SSK Pekanbaru.
Berita Berlian - Pemerintah melalui Kementerian Ketenagakeraan (Kemnaker) RI membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pengawasan Tenaga Kerja Asing (TKA). Tanggal 16 Mei 2018, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), M Hanif Dhakiri telah menandatangani Surat Keputusan Menaker Nomor 73 Tahun 2018 tentang pembentukan Satgas TKA.
Menteri Hanif mengatakan, sesuai dengan UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, Indonesia merupakan negara terbuka, yang tidak melarang keberadaan TKA. UU tersebut mengamanatkan pengaturan penggunaan TKA. Pemerintah telah menerapkan persyaratan ketat bagi penggunaan TKA secara legal dan sesuai ketentuan. Pemerintah menindak tegas TKA yang masuk secara ilegal.
“Dengan dibentuknya Satgas TKA, maka pengawasan akan lebih terintegrasi, karena melibatkan 24 kementerian dan lembaga terkait,” kata Menaker Hanif dalam jumpa pers terkait pembentukan Satgas TKA di Kantor Kemnaker, Kamis, 17 Mei 2018 kemarin.
Pembentukan Satgas TKA lanjutnya, merupakan penerjemahan dari Peraturan Presiden Nomor 20 Tahun 2018 tentang Penggunaan Tenaga Kerja Asing yang menyebutkan perlunya pengawasaan TKA baik dari sisi ketenagakerjaan maupun dari sisi keimigrasian. Juga, menjalankankan rekomendasi dari Komisi IX DPR akhir April lalu tentang perlunya pembentukan Satgas Pengawasan TKA yang melibatkan lintas kementerian dan lembaga.
Satgas diketuai oleh Iswandi selaku Direktur Bina Penegakan Hukum Kementerian Ketenagakerjaan. Sedangkan wakil dua orang yaitu Dirwasdakim Ditjen Imigrasi, Kemenkumham dan Ditjen Binapenta PKK Kemnaker. Selebihnya merupakan anggota dengan total anggota satgas sebanyak 45 orang.
Satgas Pengawasan TKA bertugas melaksanakan pembinaan, pencegahan, penindakan, dan penegakan norma penggunaan tenaga kerja asing sesuai tugas dan fungsi masing-masing kementerian/lembaga. "Misalnya terkait pengawasan TKA bidang pertambangan, maka secara teknis akan banyak melibatkan Kementerian ESDM. Terkait pengawasan TKA bidang kesehatan, maka secara teknis akan melibatkan Kementerian Kesehatan,” jelas Hanif.
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Hanif juga menegaskan tiga sikap pemerintah terkait keberadaan TKA di Indonesia. Tiga sikap tersebut adalah, pemerintah menyederhanakan tata perizinan penggunaan TKA. Kedua, pemerintah terus meningkatkan pengawasan terhadap TKA dengan cara yang lebih terintegratif. Perizinan disederhanakan, namun pengawasan diperketat. Ketiga, pemerintah terus memastikan adanya peralihan penggunaan pekerja dari TKA ke Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dengan memastikan terjadinya transfer keahlian dari TKA ke TKI.
Satgas Pengawasan TKA dibentuk untuk masa kerja enam bulan dan bisa diperpanjang. Ketua Satgas akan melaporkan hasil pelaksanaan tugas kepada Menaker paling sedikit satu kali setiap tiga bulan atau sewaktu-waktu jika diperlukan.
Lebih lanjut ia menambahkan, selama ini, pengawasan terhadap penggunaan TKA sebenarnya sudah dijalankan baik secara temporer oleh imigrasi, maupun oleh pengawas ketenagakerjaan. Namun untuk merespon aspirasi publik dan terutama rekomendasi Komisi IX, maka satgas ini dipandang perlu untuk dihadirkan dalam rangka memperkuat pengawasan TKA.
Secara prinsip, kata dia, seluruh moda perizinan di Indonesia, termasuk perizinan tentang TKA memang disederhanakan, tapi pengawasannya harus diperkuat.
“Kita ingin izin-izin di tempat lain, juga seperti itu bahwa perizinannya disederhana tapi pengawasannya diperkuat. Tidak seperti selama ini, perizinan lama, pengawasannya lemah. Jadi kita sedang bertransformasi menjadi lebih efektif dan efisien, “ ujarnya.
Sementara itu, Ketua Komisi IX DPR RI, Dede Yusuf mengapresiasi atas langkah pemerintah membentuk satgas pengawasan TKA. Dede berharap satgas mampu bekerja dengan cepat dan memberikan keyakinan kepada publik/masyarakat bahwa pekerja-pekerja asing tetap sesuai aturan dan diawasi.
“Kami apresiasi pembentukan satgas ini. Di DPR juga akan membuat semacam tim pengawas TKA. Jadi semoga sama-sama dua-duanya bisa memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan baik, “ kata Dede.
Sedangkan Dirjen Pembinaan Pengawasan Tenaga Kerja dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker dan K3) Sugeng Priyanto berujar, sesuai dengan rencana kerja satgas ini, akan melaksanakan pembinaan dan pengawasan TKA secara selektif dan prioritas.
"Satgas ini bersifat Adhoc dan akan bekerja selama enam bulan pertama dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan. Segala hal berhubungan dengan pembiayaan, satgas ini menggunakan DIPA dari Kementerian/Lembaga masing-masing," ujar Sugeng.
BERITA BERLIAN - Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut terdakwa dalang aksi teror bom Thamrin, Oman Rochman alias Abu Sulaiman bin Ade Sudarma alias Aman Abdurahman dengan hukuman mati. Jaksa menyatakan bahwa pemimpin Jamaah Ansharud Daulah (JAD) itu telah terbukti secara sah dan menyakinkan melakukan tindak pidana terorisme.
"Menjatuhkan pidana Aman Abdurahman dengan pidana mati," ujar Jaksa Penuntut Umum Anita saat membacakan amar tuntutan di depan majelis hakim di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jumat (18/5/2018).
Dalam amar tuntutannya, JPU menyebutkan bahwa Aman Abdurahman terbukti telah menjadi penggerak atau dalang di balik terjadinya aksi teror bom di Thamrin dan Kampung Melayu, Jakarta serta beberapa aksi teror lainnya di Indonesia. "Terdakwa mengatur dan menjadi penggerak melalui dalil yang mengakibatkan orang meninggal," ucap Jaksa Anita.
Hal yang memberatkan tuntutan Aman di antaranya dia merupakan residivis dalam kasus terorisme yang membahayakan kehidupan kemanusiaan.
Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum tak menemukan adanya hal meringankan dalam kasus terorisme yang dilakukan oleh Aman Abdurahman. "Sedangkan hal meringankan kami tidak menemukan," ucap Jaksa Anita.
Jaksa menyatakan Aman terbukti melanggar Pasal 14 juncto Pasal 6, subsider Pasal 15 juncto Pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup atau hukuman mati.
Selain itu, Aman juga melanggar Pasal 14 juncto Pasal 7 subsider Pasal 15 juncto pasal 7 UU Nomor 15/2003 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme dengan ancaman pidana penjara seumur hidup.
BERITA BERLIAN - Pembalap Tim Pramac Ducati, Danilo Petrucci, mengaku telah ditawarkan kontrak kerja sama dengan Tim Aprilia Gresini untuk mengarungi gelaran MotoGP 2019. Seperti diketahui, kerja sama Petrucci bersama Pramac Ducati memang akan habis di pengujung MotoGP 2018.
Meski begitu, Petrucci belum memutuskan akan berlabuh ke tim pabrikan asal Italia tersebut. Pasalnya, hingga sampai saat ini, Petrucci menunggu keputusan Tim Ducati Corse yang belum juga menentukkan para pembalapnya di MotoGP 2019.
Sejak dulu, Petrucci memang sudah berkeinginan untuk bergabung ke Ducati Corse. Terlebih lagi, ia sudah menggunakan motor buatan Ducati selama kurang lebih empat musim. Maka dari itu, ia pun berharap dapat dipercaya untuk menjadi pembalap tim yang bermarkas di Bologna, Italia tersebut
“Ya saya mendapatkan tawaran tersebut (ketika ditanyakan apakah tawaran dari Aprilia). Sekarang ini, sudah tidak banyak posisi di tim pabrikan yang tersedia. Hanya Ducati dan Aprilia saja yang masih menunggu,” tutur Petrucci, dikutip dari Auto Sport, Jumat (18/5/2018).
“Kami pun telah berbicara dengan pihak Ducati. Akan tetapi, untuk sekarang ini, hal pertama yang harus mereka selesaikan adalah mengenai kesepakatan dengan Andrea Dovizioso (Ducati Corse),” lanjut pembalap berpaspor Italia itu.
“Impian dan target saya sejak dulu adalah berada di dalam tim pabrikan Ducati. Apalagi, saya sudah bersama Ducati selama empat musim. Saya sudah memberikan yang terbaik, baik di luar mau pun di dalam lintasan. Jika itu sudah cukup maka saya akan senang, namun apabila tidak, saya juga tidak apa-apa. Saya hanya akan mengatakan mungkin saya mungkin belum cukup untuk bergabung dengan tim pabrikan,” sambung pembalap berusia 27 tahun tersebut.
Tim Aprilia memang masih memiliki satu slot pembalap lagi untuk mengarungi gelaran MotoGP 2019. Satu tempat tersebut sudah dipastikan oleh Aleix Espargaro yang memperpanjang kontraknya bersama tim pabrik asal Italia itu.
Sedangkan bila Petrucci akan bergabung dengan Aprilia, maka ia akan menggantikan posisi Scott Redding, yang sampai saat ini memang belum melakukan perpanjangan kontrak dengan Aprilia.
BERITA BERLIAN - Pembalap kawakan Tim Movistar Yamaha, Valentino Rossi, dapat dikatakan merupakan legenda hidup MotoGP. Pasalnya, sejak pertama kali ajang balap motor grand prix level tertinggi tersebut berganti format dan nama menjadi MotoGP pada awal era millennium, Rossi telah tampil di ajang tersebut dan menunjukkan tajinya.
Tak ayal, pada akhirnya banyak bermunculan pembalap muda yang terinspirasi dari perjuangan Rossi di atas lintasan. Seperti diketahui bahwa sebelumnya, pembalap Repsol Honda, Marc Marquez, merupakan seorang pengaum berat Rossi ketika masih kanak-kanak. Hal yang sama pun nyatanya terjadi kepada pembalap Yamaha Tech3, Hafizh Syahrin.
Syahrin mengakui bahwa ketika dirinya masih kanak-kanak, ia memimpikan untuk bisa menjadi seperti Rossi pada suatu hari nanti. Kini, ketika Syahrin sudah berada dalam satu lintasan dengan Rossi, ia pun merasa berbahagia. Terlebih lagi saat balapan di Argentina, di mana pada saat itu Syahrin sempat berada di belakang Rossi. Pembalap asal Malaysia itu menerangkan kalau ia bisa mengambil pelajaran langsung dari Rossi di atas lintasan.
“Ketika saya masih berada di balapan Pocketbike, Valentino Rossi adalah sosok yang sangat terkenal dan merupakan juara dunia beberapa kali. Saya ingin menjadi sepertinya suatu hari nanti. Pada balapan kedua saya di MotoGP, saya berada di belakang Rossi untuk beberapa lap dan saya mencoba mempelajari sebanyak mungkin dari pembalap yang sangat ahli ini,” ucap Syahrin, menyadur dari Tutto Motori Web, Jumat (18/5/2018).
Kendati begitu, Syahrin menyadari bahwa bukan perkara mudah untuk bisa menjadi seorang juara dunia seperti Rossi. Meski pada saat ini ia berada di lintasan yang sama dengan idolanya tersebut, namun diakui oleh Syahrin bahwa dirinya masih memiliki banyak kekurangan.
Selain itu, Syahrin juga merupakan seorang pembalap pendatang baru (rookie). Diakui olehnya bahwa terdapat banyak perbedaan antara balapan di kelas Moto2 dengan MotoGP, meskipun ia juga merasa senang karena bisa mendapatkan hasil yang cukup bagus di awal musim ini dengan meraih poin balapan.
“Sejauh ini, saya cukup puas dengan perkembangan saya di kelas MotoGP. Pengalaman di kelas Moto2 tidak berarti banyak, karena MotoGP memiliki jauh lebih banyak power dan bahkan bannya sangat berbeda,” tukas Syahrin.
BERITA BERLIAN - Pembalap Tim Ducati Corse, Jorge Lorenzo, mengaku ingin fokus dengan performanya pada musim ini ketimbang memikirkan kontrak baru untuk MotoGP 2019. Ia sendiri pun belum mengetahui apakah akan mendapat perpanjangan kontrak dengan Ducati atau hengkang dari tim asal Italia itu.
Juara dunia MotoGP tiga kali itu sepertinya menjadi tokoh sentral dari pasar para pembalap MotoGP untuk musim depan. Sebab seperti diketahui, keberadaan Lorenzo pun masih belum simpang siur dan beredar kabar mengenai kepindahannya ke Suzuki.
Alih-alih memikirkan kontrak baru, Lorenzo mengaku lebih memilih untuk fokus pada hasil yang akan didapat pada musim ini. Apalagi pada seri sebelumnya, ia harus mengalami kegagalan di sirkuit andalannya, Jerez karena bertabrakan dengan Dani Pedrosa dan Dovizioso.
“Saya pikir dengan keadaan seperti itu, dengan perasaan yang tidak baik dengan motor dan nasib buruk yang kami miliki di Jerez. Itu berarti kami tidak bisa menunjukkan diri untuk mendapatkan hasil yang baik atau potensi dan posisi yang layak kami dapatkan,” ungkap Lorenzo, mengutip dari Crash, Jumat (18/5/2018).
Mari berharap bahwa trek-trek berikutnya kami dapat membuat hasil yang baik dan kemudian kami akan berada dalam posisi yang lebih baik untuk bernegosiasi. Prioritas saya pada momen ini adalah mencoba menyelesaikan apa yang saya mulai,” tambahnya.
Lorenzo yang bergabung ke Ducati dari Yamaha pada awal 2017, telah berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi harapan dari tim yang dipimpin Gigi Dall’igna itu. Namun, sejak sepanjang musim lalu hingga saat ini, X-Fuera –julukan Lorenzo- hanya mampu mengemas tiga podium saja. Sementara rekannya yakni Andrea Dovizioso sukses meraih enam kemenangan dua podium serta menantang gelar juara dunia bersama Marc Marquez.
Peningkatan performa pun diyakini Lorenzo akan membuat Ducati lebih tertarik untuk mempertahankannya pada musim depan. Meski situasi saat ini masih sulit baginya, tetapi pembalap berusia 30 tahun itu akan tetap berusaha semaksimal mungkin.
“Jadi saya yakin di Ducati bahwa mereka dapat motor yang lebih baik di masa depan dengan aya balapan saya dan saya dapat menjadi kompetitif seperti pada masa lalu,” lanjut pembalap berpaspor Spanyol itu.
“Bagi saya, itu akan mengecewakan untuk menutup sesuatu yang belum selesai. Tetapi saya tahu semuanya mungkin. Fokus dan ide saya adalah mencoba untuk menjadi kompetitif dan mencoba berjuang untuk menang dengan motor ini dan saya pikir saya bisa melakukannya,” tutupnya.
BERITA BERLIAN - Sebuah Kisah Nyata Jenazah yang Ditolak Bumi - Ini adalah kisah nyata, kisah proses penguburan seorang pejabat di sebuah kota di Jawa Timur. Nama dan alamat sengaja tidak disebutkan untuk menjaga nama baik jenazah dan keluarga yang ditinggalkan.
Insya Allah kisah ini menjadi hikmah bagi kita semua sebelum ajal menjemput. Kisah ini diceritakan langsung oleh seorang modin (pengurus jenazah) kepada Bapak Wahyudi Wahidin, seorang sahabat Ustad Yusuf Mansur. Inilah kisah selengkapnya :
"Saya (modin/pengurus jenazah) sudah terlibat dalam kepengurusan jenazah lebih dari 16 tahun. Sudah berbagai pengalaman telah saya lalui, sebab dalam kurun waktu tersebut sudah bermacam-macam jenis mayat yang saya tangani. Ada yang meninggal dunia akibat kecelakaan, sakit di usia tua, sakit jantung, bunuh diri dan sebagainya.
Bagaimanapun, pengalaman mengurus jenazah seorang pejabat yang kaya serta berpengaruh ini, menyebabkan saya mendapat kesempatan paling 'istimewa' di sepanjang hidup saya. Inilah pertama kalinya saya mengalami kejadian yang cukup aneh, menyedihkan, menakutkan, dan sekaligus memberikan banyak hikmah.
Sebagai modin tetap di desa, saya diminta oleh anak almarhum untuk mengurus jenazah bapaknya. Saya pun pergi ke rumahnya. Ketika saya tiba di rumah almarhum, tercium bau yang sangat busuk dari jenazah itu. Baunya cukup menjijikan dan membuat perut saya mual. Saya telah mengurus banyak jenazah tetapi baru kali ini saya bertemu dengan jenazah yang sebusuk ini.
Ketika saya lihat wajah almarhum, saya merasa tersentuh. Saya tengok wajahnya seperti dirundung oleh bermacam-macam perasaan antara takut, cemas, kesal dan lain-lain. Wajahnya seperti tidak mendapat cahaya dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.
Kemudian saya pun mengambil kain kafan yang dibeli oleh anak almarhum. Kemudian saya memotongnya. Kebetulan, disana ada dua orang yang pernah saya ajarkan ketika mereka mengikuti kursus kepengurusan jenazah. Saya ajak mereka membantu saya dan mereka pun setuju.
Tetapi selama memandikan mayat itu, kejadian yang aneh pun terjadi. Apabila memandikan jenazah, tubuh mayat itu perlu dibangunkan sedikit kemudian perutnya diurut-urut untuk mengeluarkan kotoran yang tersisa dalam tubuhnya. Maka saya pun mengurut-urut perut almarhum. Namun apa yang terjadi pada hari itu sangat mengejutkan.
Allah Subhanahu Wa Ta'ala menunjukkan kekuasaannya pada hari itu, karena kotoran tidak keluar dari dubur jenazah melainkan melalui mulutnya. Hati saya berdebar-debar. “Apa yang sedang terjadi ini?”, saya pun bertanya-tanya. Telah dua kali mulut mayat ini memuntahkan kotoran, saya berharap hal itu tidak terulang lagi. Lalu saya mengurut perutnya untuk ketiga kalinya. Tiba-tiba ketentuan Allah Subhanahu Wa Ta'ala berlaku kembali, ketika saya urut perutnya, keluarlah dari mulut mayat itu kotoran bersama beberapa ekor ulat yang masih hidup. Ulat itu seperti belatung.
Padahal almarhum meninggal dunia akibat serangan jantung dan waktu kematiannya dalam tempo yang begitu singkat. Namun mengapa mayatnya sudah menjadi sedemikian rupa? Saya perhatikan wajah anak almarhum. Mereka terlihat terkejut, mungkin malu, dikarenakan apa yang terjadi kepada bapaknya. Kemudian saya menoleh ke dua orang yang membantu saya tadi, mereka juga terkejut dan panik. Saya katakan kepada mereka: “Ini adalah ujian dari Allah kepada kita!” Kemudian saya minta salah seorang yang membantu saya tadi untuk pergi memanggil semua anak almarhum.
Almarhum sebenarnya adalah orang yang beruntung karena mempunyai tujuh orang anak, semuanya laki-laki. Seorang berada di luar negeri dan enam lagi berada di rumah. Ketika semua anak almarhum masuk, saya nasihati mereka. Saya mengingatkan mereka bahwa tanggung jawab saya adalah membantu mengurus jenazah bapak mereka, bukan mengurus semuanya. Tanggung jawab sisanya dikenakan pada ahli warisnya. Sepatutnya sebagai anak, mereka yang lebih afdhal mengurus jenazah bapak mereka, jadi bukan hanya imam, bilal, atau guru saja yang mengurusnya.
Saya kemudian meminta izin serta bantuan mereka untuk menunggingkan jenazah itu. Takdir Allah kembali berlaku. Ketika ditunggingkan jenazah tersebut, tiba-tiba keluarlah ulat-ulat yang masih hidup, hampir sebaskom banyaknya, sementara baskom itu ukurannya kira-kira lebih besar sedikit dari tudung saji meja makan. Allahuakbar, suasana menjadi semakin menegangkan. Benar-benar kejadian yang sulit diterima akal sehat kita. Saya terus berdo’a dan berharap tidak terjadi kejadian yang lebih buruk.
Setelahnya saya memandikan kembali almarhum dan saya wudhukan. Saya meminta kain kafan kepada anak-anaknya. Saya bawa jenazah almarhum ke dalam kamarnya dan tidak saya izinkan seorang pun melihat prosesi itu kecuali ahli waris yang dekat karena saya takut kejadian yang lebih buruk akan terjadi.
Peristiwa yang terjadi setelah jenazah diangkat ke kamar dan hendak dikafani juga ganjil. Ketika jenazah ini diletakkan di atas kain kafan, saya lihat kain kafan itu hanya cukup menutupi ujung kepala atau kakinya saja. Apabila kain kafan itu ditarik menutupi kepalanya, maka kakinya terlihat, begitu juga sebaliknya. Maka saya tidak bisa mengikat kepala atau kakinya. Kain kafan itu bagaikan tidak mau menerima mayat tadi. Tidak mengapalah, mungkin saya yang salah mengukur dikala memotongnya Lalu saya pun mengambil kain lainnya, saya potong, dan disambungkan dengan kafan tadi agar bisa menutupi kaki jenazah. Memang kain kafan jenazah itu jadi sambung-menyambung, tapi apa mau dikata, itulah yang bisa saya lakukan.
Lalu saya berdo’a kepada Allah, “Ya Allah, jangan kau hinakan jenazah ini ya Allah, cukuplah sebagai peringatan kepada hamba-Mu ini.”
Sehabis saya beri taklimat tentang shalat jenazah tadi, satu lagi masalah timbul, yaitu jenazah tidak dapat diantar ke tanah pekuburan karena tidak ada mobil jenazah maupun ambulans. Saya hubungi kelurahan, pusat Islam, masjid, dan sebagainya, tapi tetap tidak ada jalan keluar. Semua mobil sedang terpakai, beberapa tempat tersebut juga tidak punya kereta jenazah lebih dari satu karena semua kereta juga sedang digunakan. Saya pikir hal ini bukan sekedar kebetulan.
Dalam keadaan sulit itu seorang lelaki muncul menawarkan bantuan. Lelaki itu meminta saya menunggu sebentar agar dia bisa mengeluarkan mobil van dari garasi rumahnya. Kemudian muncullah sebuah van. Tapi ketika dia sedang mencari tempat untuk memarkir vannya itu di rumah almarhum, tiba-tiba istrinya keluar. Dengan suara yang tegas dia berkata di hadapan orang-orang yang hadir: “Mas, saya tidak izinkan mobil kita ini digunakan untuk mengangkat jenazah itu, sebab semasa hidupnya dia tidak pernah mengizinkan kita naik mobilnya.” Jadi saya menyuruh lelaki yang punya van itu untuk membawa kembali vannya.
Selepas itu muncul pula seorang lelaki lain yang menawarkan bantuannya. Lelaki itu mengaku sebagai murid saya. Dia meminta izin kepada saya untuk mengambil dan membersihkan mobilnya selama kira-kira 10-15 menit. Akhirnya, muncullah mobil tersebut, tapi dalam keadaan basah sehabis dicuci. Mobil itu sebenarnya sebuah lori. Dan lori itu sebenarnya digunakan oleh lelaki tadi untuk menjual ayam ke pasar.
Akhirnya jenazah almarhum pun diangkut menggunakan lori tersebut diikuti rombongan pengiring jenazah. Dalam perjalanan menuju kawasan pemakaman, saya berpesan kepada dua orang yang membantu saya tadi agar masyarakat tidak usah membantu kami menguburkan jenazah, cukup tinggal di kamp saja. Hal ini dikarenakan saya tidak mau mereka melihat peristiwa yang ganjil lagi.
Rupanya apa yang saya takutkan berlaku sekali lagi, takdir Allah yang terakhir terasa amat memilukan. Sesampainya Jenazah tiba di tanah pekuburan, saya perintahkan tiga orang anaknya untuk turun ke dalam liang lahat dan tiga orang lagi menurunkan jenazah dari atas. Allah Subhanahu Wa Ta'ala Maha berkehendak atas semua makhluk ciptaan-Nya! Saat jenazah itu menyentuh tanah liang lahat, tiba-tiba air hitam yang busuk baunya keluar dari celah tanah yang pada awalnya kering. Hari itu tidak ada hujan, tapi dari mana air itu muncul? Saya pun tidak tahu jawabannya.
Lalu saya arahkan anak almarhum untuk memasukkan jenazah bapak mereka di dalam keranda dengan hati-hati karena saya takut nanti ia terlentang atau telungkup, na'udzubillah. Kalau mayat terlungkup, maka tak ada harapan untuk mendapat syafa’at Nabi. Papan keranda pun diturunkan perlahan dan kami segera menimbun kubur tersebut dengan tanah. Setelahnya kami injak-injak tanah tersebut supaya padat dan bila hujan ia tidak longsor ke bawah.
Tapi sungguh mengherankan, saya perhatikan tanah yang diinjak itu menjadi becek. Saya tahu, jenazah yang ada di dalam pasti tenggelam oleh air hitam yang busuk itu. Melihat keadaan tersebut, saya arahkan anak-anak almarhum supaya berhenti menginjak tanah itu dan meninggalkan lubang kubur sedalam 1/4 meter. Jadi kuburan itu tidak ditimbun hingga ke permukaan lubangnya, jadi seperti ada lubangnya. Tidak hanya itu, ketika saya hendak membaca talqin, saya melihat tanah yang diinjak itu ada resapan airnya. Masya Allah, peristiwa seperti ini bisa terjadi. Melihat keadaan ini, saya memutuskan untuk menyelesaikan penguburan secepat mungkin.
Sejak lama mengerjakan penguburan jenazah, inilah mayat yang saya tidak bacakan talqin. Jadi saya bacakan tahlil dan do’a yang paling ringkas. Kemudian saya kembali ke rumah almarhum dan mengumpulkan keluarganya. Saya bertanya kepada istri almarhum, apakah yang telah dilakukan oleh almarhum semasa hidupnya.
1. Pernahkah dia pernah menzalimi orang?
2. Pernahkah dia mendapat harta dengan jalan yang haram seperti merampas, menipu, riba, atau mengambil yang bukan haknya?
3. Pernahkah dia memakan harta masjid atau anak yatim?
4. Pernahkah dia menyalahgunakan jabatan untuk kepentingan pribadi?
5. Atau apakah dia tidak pernah berzakat, bersedekah, atau infaq?
Istri almarhum tidak dapat memberikan jawabannya. Saya rasa mungkin dia malu untuk memberi tahu. Lalu saya pun memberikan nomor telepon rumah saya kepada mereka dan pamit untuk beranjak dari sana. Namun sedihnya, hingga sekarang, tidak seorang pun anak almarhum yang menghubungi saya.
Sekedar tahu saja, anak almarhum merupakan orang yang berpendidikan tinggi. Malah ada di antara anak almarhum yang beristrikan orang Amerika, anak yang lain dapat istri orang Australia, dan seorang lagi beristri orang Jepang.
Peristiwa ini akan tetap saya ingat. Ini adalah kisah nyata yang saya alami. Semua kebenaran saya kembalikan kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala pemilik langit dan bumi.
Tanyakanlah pada diri kita masing-masing, apakah kita menginginkan peristiwa itu terjadi pada diri kita, ibu kita, bapak kita, anak kita, atau keluarga kita.? Semoga akhir hidup kita semua dalam keadaan khusnul khatimah. Aamiin Yaa Rabbal'aalamiin.
Itulah pengalaman yang dialami oleh seorang modin (pengurus jenazah). Semoga ini bisa jadi renungan untuk kita semua yang masih hidup. Semoga bermanfaat.
Berita Berlian - Masa depan pembalap Tim Red Bull KTM, Bradley Smith, di gelaran MotoGP 2019 belum juga belum mendapatkan kepastian. Posisinya sebagai pembalap tim pabrikan asal Austria itu harus digantikan oleh Johann Zarco (Yamaha Tech 3) yang sudah dipastikan akan bergabung KTM di MotoGP 2019.
Meski begitu, Direktur KTM, Pit Beirer, mengatakan peluang Smith untuk tetap bersama KTM masih ada. Menurutnya, kemungkinan tersebut bisa saja terjadi apabila Smith dapat menampilkan performa yang lebih baik lagi di sisa seri balapan musim ini. Jika Smith dapat menunjukkan hasil yang baik, maka Beirer akan memasukkan pembalap berkebangsaan Inggris itu ke dalam proyek KTM untuk MotoGP 2019.
Kemungkinan, Smith akan dimasukkan ke dalam tim satelit anyar KTM, yakni Tech 3. Sekedar informasi, Tech 3 sudah tak lagi bekerja sama dengan Yamaha di MotoGP 2019. Tech 3 telah memutuskan untuk bergabung dan menjadi tim satelit KTM.
Dengan KTM yang sudah memiliki dua pembalap, Zarco dan Pol Espargaro, untuk MotoGP 2019, maka satu-satunya peluang Smith untuk tetap berada di naungan Beirer adalah bergabung dengan Tech 3.
“Saat ini adalah momen tersulit bagi Bradley karena melihat dua posisi di tim pabrikan (KTM) telah hilang. Saya berharap dia tetap mencoba yang terbaik untuk bertarung untuk posisi proyek KTM atau menawarkan dirinya kepada tim lain. Saya pikir dia bukan orang yang mudah menyerah,” ujar Beirer, seperti diwartakan Motor Cycle News, Kamis (17/5/2018).
“Kami memiliki empat tempat di MotoGP (2019). Akan tetapi, membutuhkan kinerja yang kuat darinya (agar dapat dipilih). Saya tidak ingin mengatakan kami memiliki tim junior dengan Tech 3, karena kami tidak ingin menangani mereka seperti tim satelit. Saya merasa kami seperti memiliki empat pengendara dari tim pabrikan. Karena itu, kami harus memutuskan bersama siapa yang akan kami rekrut,” tambah Beirer.
Apabila Smith bergabung dengan Tech 3, maka hal tersebut akan menjadi kedua kali mereka bekerja sama. Pasalnya, Smith pernah bergabung dengan Yamaha Tech 3 pada MotoGP 2013 hingga 2016. Kemudian, ia pun berlabuh ke KTM pada MotoGP 2017.
Berita Berlian - Pemerintah ingin menghidupkan kembali Komando Operasi Khusus Gabungan (Koopssusgab) TNI untuk membantu Densus 88 Antiteror memberantas terorisme. Anggota Panitia Khusus (Pansus) Revisi Undang-Undang Terorisme, Arsul Sani meminta agar pelibatan pasukan elite khusus TNI dalam pemberantasan terorisme dilakukan usai disahkannya RUU tersebut.
"Soal pembentukan Koopssusgab tersebut sebaiknya dibicarakan setelah Revisi UU Terorisme disetujui," ujar Arsul, Kamis (17/5/2018).
Menurut Arsul, dalam Revisi UU Antiterorisme sejatinya telah disepakati soal pelibatan TNI dalam pemberantasan terorisme. Itu mengacu pada kerangka Pasal 7 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang TNI. Pasal tersebut menyatakan bahwa TNI bisa dilibatkan dalam operasi militer selain perang.
Namun dalam UU Terorisme tidak secara detail mengatur tentang peran TNI dalam terorisme, tapi menyepakati bahwa peran itu akan diatur secara detail dalam bentuk Peraturan Presiden. Arsul menjelaskan, pelibatan TNI harus berada di bawah kewenangan Presiden karena pemberantasan terorisme merupakan tugas pemerintah.
"Perpres ini disusun dengan konsultasi dengan DPR sebagai sebuah keputusan politik negara yang memberikan wewenang kepada Presiden untuk melibatkan TNI dalam penanggulangan terorisme," jelas Arsul.
Terkait dengan Koopssusgab, menurut Arsul bisa saja Presiden melalui Perpres ingin membentuk Koopssusgab bila memerlukan keterlibatan TNI dalam memberantas terorisme. "Di Perpres ini kemudian bisa saja Presiden memilih untuk membentuk Koopssusgab dimaksud," tutur Arsul.
Sebelumnya Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko mengatakan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) setuju jika Koopssusgab dihidupkan lagi menangani terorisme. Koopssusgab merupakan pasukan gabungan terdiri dari Satgultor 81 Kopassus TNI AD, Denjaka TNI AL dan Denbravo Paskhas TNI AU.
Pasukan khusus dari tiga matra tersebut diresmikan pada Juni 2015 oleh Moeldoko ketika menjabat sebagai Panglima TNI. Namun, menurut Moeldoko, Koopssusgab dibekukan ketika dirinya tidak lagi menjabat sebagai Panglima TNI.
Sementara Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Wiranto penghidupan kembali Koopssusgab TNI hanya soal teknis saja yang tujuannya untuk mengamankan negara dari terorisme. "Itu adalah masalah teknis untuk melakukan langkah pengamanan," ujarnya.
Berita Berlian - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa 1439 Hijriah kepada umat Islam Indonesia. Dia mengajak umat muslim untuk melaksanakan ibadah yang menjadi salah satu rukun Islam ini dengan hati yang damai.
"Saya Joko Widodo Presiden Republik Indonesia mengucapkan selamat menjalankan ibadah puasa bulan Ramadan 1439 Hijriah kepada seluruh umat muslim. Mari kita menjalankan ibadah puasa ini dengan hati yang damai," kata Jokowi, Kamis (17/5/2018).
Kepala Negara juga mengajak agar seluruh umat antaragama yang ada di Tanah Air untuk saling menghormati. Dengan hati yang bersih, lanjut dia, maka umat Islam akan dapat memaknai keberkahan bulan Ramadan seperti yang diajarkan Nabi Muhammmad SAW.
"Dengan hati yang bersih serta saling menghormati di antara kita, maka makna ibadah puasa yang diajarkan oleh Rasulullah dapat kita sikapi dan kita jalankan dengan penuh keikhlasan," ujarnya.
Jokowi meminta masyarakat mengedepankan kerukunan, dan persaudaraan antarumat beragama. Sehingga, dengan begitu toleransi juga dapat dikedepankan dalam kehidupan bermasyakat Indonesia.
"Saya mengajak kita semuanya untuk menjaga toleransi dengan mengedepankan kerukunan, menjaga persaudaraan, menjaga ukhuwah Uslamiyah kita dan menjaga ukhuwah watoniah kita," tandasnya.
Berita Berlian - Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan (Sulsel), telah melakukan pemetaan sekaligus melakukan pendataan akan wilayah serta target lanjutan kelompok teroris Jamaah Ansharut Daulah (JAD) dan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT). Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi bangkitnya sel-sel teroris yang sudah lama tertidur itu di Sulsel.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Zondani membeberkan titik - titik wilayah yang telah disatroni kelompok tersebut di Indonesia bagian timur. Namun, dia memastikan, 2 wilayah di Indonesia Timur tidak tersentuh oleh kelompok-kelompok tersebut.
"Kita telah melakukan deteksi dini akan sel yang sudah bangun dan yang tertidur. Untuk Sulsel sendirinya masih dalam kategori aman dan kami telah melakukan pengawasan di perbatasan sejak awal. Namun, untuk wilayah Papua dan NTT tidak ada," kata Dicky kepada wartawan.
Sebelumnya, Dicky membeberkan, status keamanan di Sulses masuk kategore Siaga I untuk mengantisipasi adanya serangan teror di wilayahnya. "Kita akan melakukan pengawasan secara ketat baik dari 3 titik yang ada di Sulsel. Baik dari akses udara, laut dan darat," kata Dicky.
Selain itu, pihaknya sendiri akan semakin intens melakukan pengamanan serta komunikasi secara internal dengan seluruh kepolisian di Sulawesi. Menurutnya, untuk potensi teror dan penyebaran paham radikal yang ada di wilayah Sulsel sendirinya tidak pernah terbaca dan masih dalam kondisi yang aman.
"Untuk Sulsel sendiri Alhamdulillah aman saja dan kita yakin tidak ada kelompok semacam itu di Sulsel. Kita juga seudah melakukan komunikasi internal dengan Polda Sulteng untuk potensi kelompok tersebut," pungkasnya.
Berita Berlian - Kepolisian Riau berhasil menghentikan aksi terduga teroris yang hendak menyerang Mapolda Riau, Rabu (16/5). Aksi tersebut berhasil dihentikan polisi dengan menembakkan timah panas kepada tiga terduga teroris.
Berdasarkan keterangan resminya, menurut Kadiv Humas Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto, polisi tidak menemukan adannya bahan peledak.
"Polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Mulai dari 3 buah samurai, 1 mobil Avanza berplat B 1192 RQ, 1 buah handycam milik jurnalis TV yang rusak, 5 buah sedo atau penutup kepala, 3 pasang sepatu, sarung tangan, ikat kepala dan jaket," ujar Setyo.
Hingga kini, kepolisian setempat masih melakukan berbagai upaya peningkatan keamanan di sekitar Mapolda Riau. Polisi juga mensterilisasi jalan dalam radius 200 meter. "Polisi melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar Mapolda Riau. Tim INAFIS masih melakukan identifikasi terhadapa barang bukti yang ada di mobil Avanza," lanjut Setyo.
Sebanyak lima terduga teroris tewas dilumpuhkan polisi saat hendak menyerang Markas Polda Riau. Aksi serangan tersebut dilakukan dengan cara menerobos masuk menggunakan mobil Avanza warna putih. Mereka juga menyerang polisi dengan menggunakan pedang. Empat terduga teroris tewas di lokasi setelah tiga diantarahnya dilumpuhkan oleh polisi. Selain itu, satu terduga teroris lainnya berhasil diamankan di Polrestabes Riau.
Berita Berlian - Para terduga teroris yang menyerang Mapolda Riau, di Pekanbaru beraksi saat Polda Riau sedang melakukan ekspose tentang narkoba, Rabu (16/5/2018). Para pelaku membawa samurai saat beraksi.
Para pelaku yang menggunakan mobil jenis Avanza dikabarkan menerobos masuk ke markas polisi dan menabrakkan mobil ke dua orang polisi dan dua orang wartawan. Keempatnya dikabarkan mengalami luka-luka akibat aksi tersebut.
Sebanyak tiga pelaku diduga tewas ditembak polisi, sedangkan beberapa orang lainnya kabur dan sedang dikejar oleh polisi.
Ada juga informasi yang beredar bahwa para pelaku yang beraksi berjumlah delapan orang, namun mengenai hal ini belum dikonfirmasi oleh polisi.
Berita Berlian - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok. Menjelang jeda perdagangan hari ini, indeks sudah turun hingga 1,40% atau 81,40 poin ke level 5.755,61.
Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia (BEI) Samsul Hidayat mengatakan, melemahnya IHSG tidak terlepas dari kondisi keamanan Indonesia yang terguncang oleh aksi terorisme dalam beberapa hari terakhir.
Setelah aksi teror bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo Minggu (13/5/2018) dan Senin (14/5/2018) kemarin, aksi teroris kembali terjadi pagi ini dimana Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Riau diserang oleh kawanan teroris yang membawa senjata tajam jenis samurai.
Samsul menuturkan, kondisi tersebut memengaruhi persepsi investor soal keamanan di Indonesia. Pada akhirnya, mereka juga mengkhawatirkan investasi mereka dalam negeri.
"Jadi semakin banyak gangguan keamanan yang terjadi, maka persepsi atas keamanan di negara kita semakin menurun. Persepsi itu mempengaruhi keputusan si investor," terangnya di Gedung BEI, Rabu (16/5/2018).
Samsul melanjutkan, pemerintah tidak bisa hanya memberikan jaminan fundamental ekonomi. Lebih dari itu, pemerintah harus meyakinkan soal keberlangsungan investasi dari para investor di Indonesia, terutama dalam kondisi genting saat ini.
Soal fundamental ekonomi, kata Samsul, tidak ada yang perlu diragukan. Mengingat pemerintah telah memberikan pernyataan bahwa fundamental ekonomi dalam kondisi baik untuk menghadapi sentimen tersebut.
Akan tetapi, bukan tidak mungkin jika fundamental ekonomi dapat terimbas kondisi keamanan yang terguncang.
"Ini yang sebenarnya kita jaga, supaya investor tidak merasa bahwa investasi mereka di Indonesia bisa terhambat," tegas dia.
Oleh karena itu dia berharap agar kerjasama dari pihak pemerintah dan keamanan dapat segera mengatasi kondisi ini. Sebab, tidak bisa dipungkiri, keamanan yang goyah turut melemahkan sisi perekonomian.
"Investor sebenarnya sudah cukup imune dengan kondisi ini, tapi kan harapan kita ini bisa diatasi secepatnya oleh pihak keamanan agar lebih aman dan investor nyaman untuk investasi," tutup dia.
Berita Berlian - Melemahnya Rupiah dalam beberapa waktu belakangan memicu Bank Indonesia (BI) untuk melakukan intervensi. Salah satu bentuk intervensi yang paling mungkin dilakukan adalah dengan menaikkan suku bunga acuan BI 7 Day Repot Rate sebesar 25 hingga 50 Basis poin.
Menanggapi hal tersebut, Ketua Umum DPP Real Estate Indonesia (REI) Soelaeman Soemawinata mengatakan, sebelum menaikkan bunga, ada baiknya Bank Indonesia melakukannya secara hati hati dan bijak. Jangan sampai alih alih melakukan intervensi untuk menstabilkan rupiah, justru merugikan pelaku usaha dalam negeri.
"Tergantung mereka (BI) kalau mereka naikan suku bunga maka akan banyak sekali kredit kredit yang macet itu harus diperhitungkan juga," ujarnya kepada Okezone, Jumat (11/5/2018).
Pria yang biasa di sapa Eman itu mengatakan jika Bank Indonesia menaikkan suku bunga terlalu tinggi, maka bukan tidak mungkin banyak sekali pelaku usaha termasuk konstruksi yang bertumbangan. Hal tersebut dikarenakan tingginya angka kredit macet (non performing loan/NPL) yang terjadi akibat kenaikan suku bunga BI.
"Kalau suku bunganya naik terus padahal mereka ada di level aman katakanlah sampai 6% saja. Harusnya kan 11-12% itu masih oke kalau proteksi mereka semua dinaikkan ya semua developer bertumbangan," kata Eman
"Enggak hanya developer yang lain juga sektor riil semua yang punya pinjaman bank pasti bertumbangan. Otomatis. Jadi kita bekerja untuk bank bukan untuk sektor riil," imbuhnya.
Lagi pula lanjut Eman, selama penurunan suku bunga acuan yang dilakukan oleh Bank Indonesia, banyak sekali perbankan yang tidak mengindahkannya. Banyak sekali perbankan yang justru menahan bunga kreditnya di atas angka yang ditetapkan oleh Bank Indonesia.
Saya mendeteksi penurunan suku bunga tidak banyak diikuti perbankan. Jadi ini juga perbankan harus melihat punya tanggung jawab terhadap sektor riil jadi jangan selalu proyek terhadap sektor riil untuk dirinya sendiri.
"Jadi pada saat suku bunga acuan BI naik ya dia ikut naikkan. Sedangkan kalau turun dia nanti tahan bunganya," ucapnya.
Sebagai contohnya, dalam bunga kredit konstruksi, Bank Indonesia telah menetapkan aturan jika rate-nya sebesar 4,5%. Namun kondisi di lapangan, banyak sekali perbankan yang justru menetapkan bunganya di atas angka tersebut, bahkan masih ada juga perbankan yang lebih justru bunga kredit konstruksinya berada di angka double digit.
"Sekarang coba aja suku bunga kredit konstruksi kan masih ada yang 11-12 itu kan. Sedangkan BI, rate-nya cuma 4,5% sekarang naik lagi misalnya kalau naik jadi seolah olah ketentuan BI ini tidak dihiraukan oleh perbankan," jelasnya.
Berita Berlian - Meski harus kehilangan salah satu rekan satu profesi, yakni Gogon Margono untuk selama-lamanya, Doyok mengungkapkan bahwa dirinya tidak bisa menghadiri pemakaman yang bertempat di Solo, Jawa Tengah.
Namun, Doyok sendiri pun tidak memberitahu alasan mengapa dirinya tidak berangkat ke Solo untuk melihat temannya untuk terakhir kalinya. Ia justru menyebutkan kalau Kadir juga tidak pergi untuk melayat jenazah.
“Enggak, Mas Kadir juga enggak. Mas Kadir juga ada kerjaan, Gogon juga harusnya Srimulatan,” ujar Doyok saat dihubungi melalui sambungan telefon, Selasa (15/5/2018).
Kadir menjelaskan kalau alasannya tidak bisa menghadiri pemakaman lantaran dirinya memiliki pekerjaan yang padat. Oleh sebab itu, ia tidak bisa berangkat ke Solo.
“Kebetulan saya banyak kerjaan, saya enggak bisa ke Solo, waduh,” ungkap Kadir.
Seperti diberitakan sebelumnya, Gogon Margono meninggal diusia 58 tahun pada Selasa (15/5/2018) pukul 05.00 WIB di Lampung dikarenakan penyakit penyumbatan jantung yang sudah diidap selama dua tahun belakangan ini.
Saat ini, jenazah dari Gogon Margono diberangkatkan ke Solo, Jawa Tengah dan akan dikebumikan pada esok hari, Rabu, 16 Mei 2018 pukul 11.00 WIB.
Berita Berlian - Menariknya, Fachri yang mengenakan kemeja putih sempat melempar senyum ke arah wartawan. Dia juga merespon pertanyaan awak media seputar kondisi fisiknya.
"Sehat, alhamdulillah," ucapnya.
Tak lama berselang, giliran istri Fachri, Renata Kusmanto yang datang ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Sama seperti suaminya, Renata juga mengenakan kemeja putih.
Namun, Renata tidak memberikan sepatah kata pun saat tiba di lokasi. Dia hanya sempat memamerkan senyum ke arah wartawan sebelum masuk ke ruang tahanan menemui Fachri Albar.
Fachri Albar terseret perkara narkoba usai ditangkap di kediamannya di kawasan Cirendeu, Tangerang Selatan pada pukul 07.00 WIB oleh Satuan Narkoba Polres Metro Jakarta Selatan pada 14 Februari. Dari hasil penangkapan, polisi mengamankan barang bukti berupa satu klip plastik sabu seberat 0,8 gram, tiga belas butir Dumolid, satu butir Camlet dan beberapa alat hisap atau bong.
Berita Berlian - Uya Kuya termasuk artis yang berduka atas meninggalnya Gogon pada Selasa (15/5/2018). Ia pun mengenang sosok salah satu personel grup lawak Srimulat tersebut saat dijumpai di kawasan Mampang, Jakarta Selatan.
Menurut Uya Kuya, Gogon adalah sosok pelawak yang humble dan ceria. Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah itu juga dinilai tak suka merepotkan orang lain dengan masalah yang dihadapi.
"Gogon tuh orang yang baik banget, dia humble, dia pintar menyembunyikan masalah. Saya tahu dia lagi menyimpan sesuatu tapi dia enggak mau orang-orang merasakan kesedihannya," kenang Uya Kuya pada Selasa (15/5/2018).
"Terakhir dia datang ke sini dan dia banyak cerita, ketawa-tawa, orangnya benar-benar humble banget," sambungnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Gogon diketahui meninggal di salah satu rumah sakit Lampung pada 05.00 WIB. Sebelum menghembuskan napas terakhir, ayah dua orang anak itu menderita penyakit jantung selama dua tahun terakhir.
Tak mengetahui jenis penyakitnya, Uya Kuya telah mengetahui bahwa Gogon tidak sepenuhnya sehat. Ia juga tahu bahwa pemain film Finding Srimulat tersebut enggan memeriksakan dirinya ke dokter.
"Yang saya tahu dia tuh suka egos-ngosan, napasnya suka enggak teratur. Tapi dia kan enggak mau periksa ke dokter," terang Uya Kuya.
Lebih lanjut Uya Kuya merasa bahwa Gogon merupakan sosok yang setia kawan dan berteman tanpa pandang bulu. Meskipun lebih dulu terjun di dunia hiburan, namun pelawak yang wafat di usia 58 tahun itu tak suka menggurui.
"Orang yang setia kawan, senior yang tidak pernah membeda-bedakan juniornya dan dia orang yang baik saja," jelas presenter berusia 43 tahun ini.
"Enggak (mengajari), dia orangnya bukan yang menggurui, tapi dia orangnya banyak hal-hal yang tanpa kita sadari itu pelajaran buat kita," pungkasnya.