Berita Berlian - Sosok Imelda Marcos sebagai Ibu Negara Filipina lebih dari 20 tahun dikenal memiliki gaya hidup mewah. Salah satu yang paling terkenal, adalah kegemaran serta kecintaannya pada sepatu.
Suaminya, Ferdinand Marcos, diingat oleh dunia internasional sebagai pemimpin yang brutal dan korup. Selama berkuasa pada 1965-1986, pria asal Sarrat itu menjadi diktator lewat pemberlakuan status darurat militer pada 1972-1981.
Rezim Ferdinand Marcos tumbang ketika rakyat mulai marah dan mengusirnya keluar Filipina pada 1986. Ketika para pengunjuk rasa menggeruduk Istana Kepresidenan Malacanang, mereka menemukan lebih dari 2.700 pasang sepatu yang ditinggalkan Imelda Marcos di lemarinya.
“Mereka membongkar lemariku untuk mencari tulang-belulang, terima kasih Tuhan, mereka hanya menemukan sepatu-sepatu yang cantik,” kata Imelda Marcos dalam sebuah wawancara, mengutip dari ABC Net.

Tiga dekade kemudian, koleksi sepatu Imelda dapat dengan mudah ditemukan di Museum Sepatu, Marikina. Manajer Museum Sepatu, Gina Romero mengatakan, terdapat sekira 800 pasang sepatu yang dipamerkan yang diambil dari kondominium di mana Imelda Marcos tinggal di Distrik Makati.
Merk yang dikoleksi Imelda pun cukup beragam. Yang pasti semua cukup ternama baik itu produsen lokal maupun internasional, seperti Ferragamo, Givenchy, Chanel, Christian Dior, Charles Jourdan, dan Bally.
Jenisnya pun beragam, mulai dari high heels, flat shoes, dan boot yang sebagian besar berkilauan serta dalam kondisi yang masih prima.
Staf Museum, Jimmy de la Rosa menuturkan, harga sepatu tersebut cukup mahal. Untuk merk lokal, pada masa itu bisa dibanderol USD6-11 sementara alas kaki impor dihargai minimal USD100 per pasang.

Suaminya, Ferdinand Marcos, diingat oleh dunia internasional sebagai pemimpin yang brutal dan korup. Selama berkuasa pada 1965-1986, pria asal Sarrat itu menjadi diktator lewat pemberlakuan status darurat militer pada 1972-1981.
Rezim Ferdinand Marcos tumbang ketika rakyat mulai marah dan mengusirnya keluar Filipina pada 1986. Ketika para pengunjuk rasa menggeruduk Istana Kepresidenan Malacanang, mereka menemukan lebih dari 2.700 pasang sepatu yang ditinggalkan Imelda Marcos di lemarinya.
“Mereka membongkar lemariku untuk mencari tulang-belulang, terima kasih Tuhan, mereka hanya menemukan sepatu-sepatu yang cantik,” kata Imelda Marcos dalam sebuah wawancara, mengutip dari ABC Net.

Tiga dekade kemudian, koleksi sepatu Imelda dapat dengan mudah ditemukan di Museum Sepatu, Marikina. Manajer Museum Sepatu, Gina Romero mengatakan, terdapat sekira 800 pasang sepatu yang dipamerkan yang diambil dari kondominium di mana Imelda Marcos tinggal di Distrik Makati.
Merk yang dikoleksi Imelda pun cukup beragam. Yang pasti semua cukup ternama baik itu produsen lokal maupun internasional, seperti Ferragamo, Givenchy, Chanel, Christian Dior, Charles Jourdan, dan Bally.
Jenisnya pun beragam, mulai dari high heels, flat shoes, dan boot yang sebagian besar berkilauan serta dalam kondisi yang masih prima.
Staf Museum, Jimmy de la Rosa menuturkan, harga sepatu tersebut cukup mahal. Untuk merk lokal, pada masa itu bisa dibanderol USD6-11 sementara alas kaki impor dihargai minimal USD100 per pasang.








0 komentar:
Posting Komentar