Kamis, 10 Mei 2018

Najib Razak: Mahathir Belum Tentu Gantikan Dirinya Jadi PM Malaysia


Berita Berlian
- Pimpinan Aliansi Barisan Nasional, Najib Razak ragu mantan mentornya Mahathir Mohamad akan menjadi perdana menteri Malaysia, menggantikan dirinya menyusul kemenangan Pakatan Harapan yang dipimpin Mahathir dalam pemilihan umum.
Dalam pidatonya di Putra World Trade Center, Kuala Lumpur, Najib mengatakan, dirinya telah menerima “putusan dari rakyat” dalam pemilihan umum yang berakhir dengan kemenangan oposisi pimpinan Mahathir. Meski begitu, karena tidak ada satu partai pun yang memperoleh suara mayoritas di parlemen, penunjukan perdana menteri akan diserahkan pada monarki konstitusional Malaysia.
"Barisan berkomitmen untuk menghormati prinsip-prinsip Parlemen. Tetapi karena tidak ada satu pun partai yang mencapai mayoritas sederhana, Agong akan membuat keputusan tentang siapa yang akan menjadi perdana menteri," kata Najib sebagaimana dilansir The Star
, Kamis (10/5/2018).


Hasil pemilihan menunjukkan bahwa Pakatan Harapan memperoleh 113 kursi dari 222 kursi di parlemen yang berarti memenuhi jumlah yang dibutuhkan untuk menjadi mayoritas. Tetapi, Pakatan Harapan tidak terdaftar secara resmi sebagai koalisi dan partai dengan suara terbanyak dalam aliansi itu adalah Parti Keadilan Rakyat (PKR) pimpinan istri dari tokoh oposisi yang kini mendekam di penjara, Anwar Ibrahim.



Beberapa pengamat politik mengatakan, jika skenario tersebut terjadi, maka kemungkinan Wan Azizah Wan Ismail, istri dari Anwar-lah yang akan menjadi perdana menteri. Pilihan lainnya, Najib bisa mengatakan bahwa partainya United Malay National Organisation (UMNO) memiliki kursi terbanyak dan dia diberikan kesempatan untuk berkuasa sebagai pemerintahan minoritas.


UMNO mendapatkan 54 kursi sementara PKR mendapatkan 42 kursi.
Najib mengakhiri pidatonya dengan mengatakan bahwa Barisan Nasional akan tetap menjalankan kewajibannya dan mandat dari 79 kursi yang diperoleh aliansi itu di parlemen. Dia juga menyampaikan terima kasihnya pada semua anggota aliansi.

"Ke 79 kursi yang kami menangkan adalah amanat tanggung jawab besar.”
"Kami akan melaksanakan tanggung jawab kami sehingga rakyat dapat lebih mempercayai Barisan di masa depan," ujarnya.
Sementara itu Mahathir telah mengatakan bahwa dirinya telah dihubungi oleh Istana Negara dan Raja Malaysia akan menandatangani surat penunjukannya hari ini. Pria berusia 92 tahun itu masih menunggu pengumuman resmi hasil pemilihan dari komisi pemilu Malaysia.


0 komentar:

Posting Komentar