
BERITA BERLIAN - Empat terduga teroris yang ditembak mati oleh anggota Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri di Terminal Pasir Hayam, Cianjur, Jawa Barat, Minggu (13/5/2018) dini hari diketahui memiliki bom canggih yang disematkan di panah.
Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto mengatakan, keempat pelaku masing-masing berinisial BBN (21), DCN (23), AR (33), dan HS (24) yang menaiki kendaraan mobil Brio dengan nomor polisi F 1416 UZ menyimpan beberapa barang bukti diantaranya bom yang disematkan dalam panah.
“Dari pemeriksaan petugas telah disita busur dan anak panah yang diujungnya dibuat bom, sehingga kalau dilepaskan akan meledak,” ujar Setyo di Mabes Polri, Minggu (13/5/2018).

Setyo menjelaskan, para pelaku yang berasal dari jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) tersebut sudah mampu untuk membuat bom canggih seperti itu. “Jadi kita tidak bisa menjelaskan jenisnya apa, tapi mereka sudah punya kemampuan untuk buat yang canggih seperti itu,” ungkap Setyo.
Selain busur dan panah yang dilengkapi dengan bom, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti lainnya berupa kartu identitas milik para pelaku, dua buah senjata api jenis revolver, 8 buah peluru, dan gunting kuku.

Sebagaimana diketahui, anggota Densus 88 sudah membuntuti mobil yang dikendarai oleh keempat pelaku sejak di daerah Sukabumi. Namun, saat memasuki Cianjur para terduga teroris tersebut mencoba melarikan diri dan sempat mengeluarkan senjata api. Akibatnya, baku tembak pun tak terhindarkan lagi.
Dalam operasi penangkapan tersebut keempat pelaku berhasil ditembak mati oleh polisi pada Minggu (13/5/2018) sekira pukul 02.00 WIB. Saat ini, keempat terduga teroris telah dibawa ke RS Kramat Jati Polri guna menjalani outopsi.
Kadiv Humas Polri, Irjen Setyo Wasisto mengatakan, keempat pelaku masing-masing berinisial BBN (21), DCN (23), AR (33), dan HS (24) yang menaiki kendaraan mobil Brio dengan nomor polisi F 1416 UZ menyimpan beberapa barang bukti diantaranya bom yang disematkan dalam panah.
“Dari pemeriksaan petugas telah disita busur dan anak panah yang diujungnya dibuat bom, sehingga kalau dilepaskan akan meledak,” ujar Setyo di Mabes Polri, Minggu (13/5/2018).

Setyo menjelaskan, para pelaku yang berasal dari jaringan Jamaah Anshorut Daulah (JAD) tersebut sudah mampu untuk membuat bom canggih seperti itu. “Jadi kita tidak bisa menjelaskan jenisnya apa, tapi mereka sudah punya kemampuan untuk buat yang canggih seperti itu,” ungkap Setyo.
Selain busur dan panah yang dilengkapi dengan bom, polisi juga berhasil mengamankan barang bukti lainnya berupa kartu identitas milik para pelaku, dua buah senjata api jenis revolver, 8 buah peluru, dan gunting kuku.

Sebagaimana diketahui, anggota Densus 88 sudah membuntuti mobil yang dikendarai oleh keempat pelaku sejak di daerah Sukabumi. Namun, saat memasuki Cianjur para terduga teroris tersebut mencoba melarikan diri dan sempat mengeluarkan senjata api. Akibatnya, baku tembak pun tak terhindarkan lagi.
Dalam operasi penangkapan tersebut keempat pelaku berhasil ditembak mati oleh polisi pada Minggu (13/5/2018) sekira pukul 02.00 WIB. Saat ini, keempat terduga teroris telah dibawa ke RS Kramat Jati Polri guna menjalani outopsi.






0 komentar:
Posting Komentar